untuk mengetahui proses pembakaran tersebut sempurna tidaknya , dapat dilakukan dengan mengukur emisi gas buang terutama Co dan HC , dengan diketahui gas tersebut maka dapat dipastikan langkah yang tepat guna menekan pemborosan penggunaan BBM.
1. Dengan polarisator
teknologi ini pada prisipnya adalah BBM yang merupakan molekul non polar dialirkan ke dalam medan magnit tegak lurus , dan setelah melewati medan magnit tersebut molekul non polar menjadi polar dan lebih mudah bereaksi dengan oksigen ( proses pembakaran ).
2. meningkatkan temperatur BBM
sebelum ke ruang bakar BBM perlu ditingkatkan getaran molekul nya , dengan pemanasan sampai pada temperatur tertentu kurang lebih 80 derajat C , hal ini dimaksutkan untuk lebih mudah bereaksi denggan oksigen sehingga proses pembakaran lebih sempurna dan BBM sempurna terbakar
3. dengan katalisator, atau bahan adiktiv ( dulu TEL )
cara kimia ini masih banyak dipakai, biasanya dimaksutkan untuk menghindari knocking, ledakan akibat kompresi terutama untuk kendaraan bahan bakar bensin , semakin tinggi octan bahan bakar ,semakin bagus mutunya dan tidak terjadi knocking .
4 . dengan memperbaiki sistem pngapian
dulu dikenal dengan CDI ( capasitas discharge ignition ) , saat ini teknologinya udah bukan CDI lagi, dengan sistem induktiv akan diperoleh pulsa tegangan tinggi mencapai 100 kv dengan mudah . dan sudah biasa dipakai pada mobil mobil modern, dan sudah dikendalikan dengan mikrokontroler .
semua teknologi tersebut disamping untuk meningkatkan efesiensi penggunaan BBM juga untuk menekan limbah , baik limbah , gas , panas , maupun bunyi .
energi milik kita bersama dan harus kita jaga bersama.

